Apa Itu SEO dan Bagaimana Cara Menerapkan SEO untuk Website Sendiri?

jasa optimasi seo - lontaradigital.com

Pernah dengar soal SEO? Katanya bisa digunakan untuk meningkatkan website kita di Google? Lantas, apa itu SEO? Bagaimana cara menerapkan SEO untuk website sendiri?

Simak penjelasan lengkapnya di sini!


Salah satu cara yang digunakan oleh banyak pebisnis dalam mempromosikan bisnis adalah SEO. SEO ini disebut-sebut sebagai bagian dari optimasi digital marketing yang ampuh.

Dengan SEO, Anda bisa membuat website atau usaha Anda muncul di halaman pertama Google.

Sayangnya, menerapkan SEO tidaklah mudah. Anda perlu menguasai teknik dan strategi website, coding, menulis artikel dan lain sebagainya.

Hal inilah yang bikin banyak orang kesulitan dalam mempraktikkan SEO bagi website-nya. Nah, di artikel ini kita akan membahas secara detail cara menerapkan SEO untuk website sendiri meskipun Anda masih pemula.

Yuk cekidot bro!

Apa Itu SEO?

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization. Atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai optimasi mesin pencari.

Dalam hal ini, mesin pencari yang dimaksud adalah website-website yang kita gunakan untuk mencari informasi di internet. Salah satu yang paling terkenal tentu saja Google.

Google adalah mesin pencari (search engine) yang paling besar dan paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Menurut data, Google menguasa lebih dari 91,4% pasar search engine.

Selain Google, ada lagi mesin pencari lain seperti Yahoo, Bing, Ask, DuckduckGo, Yandex, dan lain sebagainya.

Soal SEO, jadi sederhananya gini

SEO adalah cara untuk membuat website kita bisa muncul paling depan/atas ketika orang melakukan pencarian di mesin pencari itu (Google dan sejenisnya).

Misalnya kita punya bisnis warung bakso. Nah, ketika ada orang yang mencari di Google “Warung Bakso Terdekat” atau “Bakso Enak di Malang“, maka website kita muncul paling atas.

Menarik, kan?

2 Jenis Optimasi SEO Website

Jika dilihat dari tempat di mana melakukan optimasi, maka SEO dapat dibagi menjadi 2. Yakni:

  1. On-Page Optimization: Optimasi SEO yang dilakukan di dalam website itu sendiri. Meliputi optimasi teknis, user experience, konten dan lain sebagainya.
  2. Off-Page Optimization: Optimasi SEO yang dilakukan di luar website tersebut. Meliputi optimasi backlink, social media, media mention, public relation dan lain sebagainya.

Baca juga: Apa itu Digital Marketing? Ini Pengertian, Contoh, Strategi, dan Manfaatnya

Cara Menerapkan SEO untuk Website Sendiri

Untuk menerapkan SEO di website sendiri caranya pun cukup kompleks. Artinya, ada banyak banget hal yang perlu dioprek dan dioptimasi.

Mulai dari pilihan server hosting, CMS (mesin pembuat website) yang dipilih, keamanan website, kecepatan loading website, kemudahan website untuk dinavigasi, link antar halaman dalam website, link dari dan ke website lain, konten artikel, kata kunci, sitemap, robot.txt, dan lain sebagainya.

Gimana… Banyak banget kan?

Yakin nih, masih mau belajar SEO? Hehehe, tapi tenang aja di sini kita akan urai 1 per 1. Mulai dari nol sampai akhir.

Note: Poin yang dijelaskan di sini adalah langkah-langkah untuk mengoptimasi SEO website Anda secara garis besar. Maka yang diterangkan adalah strategi dan taktiknya. Untuk melakukan masing-masing poin, Anda bisa searching cara-cara teknisnya yang tutorialnya tersedia sangat banyak di luar sana.

1. Pilih Server Hosting Berkualitas

Pertama sekali sebelum masuk ke tetek bengek website, pastikan kita pilih hosting website yang berkualitas. Hal ini karena hosting akan sangat berpengaruh pada performa website kita nantinya, mulai dari kecepatan hingga keamanan.

Hosting adalah tempat kita menyimpan dan membangun website. Jadi ibaratnya tanah tempat kita bangun rumah/toko.

Pilihlah hosting yang:

  • Lokasi servernya dekat dari lokasi bisnis dan lokasi calon pelanggan kita. Makin jauh servernya, tentu proses transfer filenya akan makin lama, maka akan menentukan kecepatan website kita saat di akses.
  • Jaminan uptime 99,9%. Artinya, hosting tersebut jarang sekali down/error. Karena kalau hosting sering down, tentu website kita gak bisa diakses.
  • Fitur keamanan terjamin. Hosting harus punya sistem keamanan seperti firewall, antivirus, backup website rutin, mitigasi DDoS, dan lain-lain.
  • Resource yang cukup. Meliputi kapasitas penyimpanan, bandwith, hingga memori yang ditawarkan cukup untuk website kita. Jangan sampai saat pengunjung berdatangan websitenya jadi error gara-gara gak kuat nampung. Kan, sayang!
  • Layanan Customer Service oke. Ini penting banget, karena kalau terjadi apa-apa sama website kita, kita bisa minta bantuan dan support dari hosting.

2. Pilih Mesin Website (CMS) yang SEO-Friendly

Saat ini ada banyak sekali mesin pembuat website yang bisa digunakan. Di antaranya seperti Blogspot, WordPress, Wix, Joomla, Drupal dan lain sebagainya.

Mana yang paling bagus?

Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun sebagai pemula, sebaiknya Anda menggunakan WordPress.

WordPress sendiri adalah platform CMS yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Platform ini juga sudah terbukti ramah bagi SEO (SEO-friendly).

WordPress juga punya segudang fitur-fitur keren dan bermanfaat untuk kebutuhan website dan SEO. Mulai dari theme, konten, hingga aneka plugin untuk berbagai keperluan, termasuk untuk optimasi SEO.

3. Install SSL untuk Keamanan Website

Salah satu hal penting bagi Google dalam merangking sebuah website adalah keamanannya. Pastikan keamanan website Anda terjamin dengan sertifikat SSL.

SSL adalah teknologi keamanan untuk melindungi data-data penting antara website dan pengunjung. Dengan SSL ini akan mengenkripsi koneksi antara website dan browser sehingga terlindungi dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Sertifikat SSL pada domain website akan ditandai dengan protokol “https://” pada URL-nya. Sementara yang website tanpa SSL hanya menggunakan “http://” saja dan biasanya ada tulisan “tidak aman” di browser pengunjung.

4. Optimasi Kecepatan Loading Website

Kecepatan website adalah salah satu faktor penting dalam SEO. Google sendiri punya algoritma khusus untuk mengukur website dengan kecepatan yang baik/buruk dengan Core Web Vital.

Demikian halnya pengunjung. Gak ada yang suka website yang lemot. Riset menunjukkan website yang loadingnya lebih dari 2 detik bakal ditinggalkan oleh pengunjung.

Untuk mempercepat loading website, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menggunakan theme/tema website yang ringan
  • Mengurangi plugin yang tidak dibutuhkan
  • Optimasi gambar atau image dengan menyesuaikan ukuran resolusinya, kompress, hingga mengubah format menjadi .webp yang lebih ringan.
  • Aktifkan Caching misalnya dengan menggunakan plugin WP Rocket, WP Fastest Cache, Autoptimize, Litespeed Cache, dll.
  • Aktifkan kompresi GZip untuk memperkecil ukuran file
  • Minify file CSS, Html, JS dan lain sebagainya.

Jika Anda bingung bagaimana cara melakukannya, silakan searching untuk petunjuk teknisnya. Atau baca di artikel LontaraDigital.com lainnya.

5. Pastikan Robot.txt Disetting dengan Benar

Robot.txt adalah file yang berisi instruksi terhadap robot mesin pencari yang akan melakukan crawl (membaca) setiap halaman di website kita.

File robot.txt ini akan memberi tahu robot dari mesin pencari seperti Google dan lain-lain, mana saja halaman yang boleh dan mana yang tidak boleh di-crawl. Manfaatnya, robot.txt ini biasanya digunakan untuk mencegah robot mesin pencari membaca file rahasia (seperti admin) atau mencegah mesin pencari membaca duplicate content.

Bagi pengguna WordPress, umumnya file robot.txt yang digunakan adalah sebagai berikut:

User-agent: *
Disallow: /wp-admin/
Allow: /wp-admin/admin-ajax.php


Sitemap: https://namadomainanda.com/sitemap.xml

6. Buat Sitemap Website

Sitemap atau peta situs ibaratnya “daftar isi” dari website kita. Yaitu daftar halaman-halaman yang dapat diakses oleh pengguna maupun search engine.

Dengan memasang sitemap, pengunjung bisa dapat menemukan semua halaman di website kita. Search Engine pun bisa mengindeks setiap halaman dengan lebih cepat. Jika terjadi perubahan struktur website, search engine juga akan mengetahuinya dengan lebih cepat.

Sitemap sendiri ada 2. Yakni sitemap.html untuk pengunjung dan sitemap.xml untuk mesin pencari.

Untuk membuat sitemap pun cukup mudah. Anda hanya perlu menggunakan plugin SEO yang ada di WordPress, seperti Yoast SEO, RankMath SEO ataupun plugin XML Sitemaps Generator. Nantinya sitemap.xml ini bisa diunggah ke Google Search Console maupun ke laman webmaster masing-masing search engine.

Begitu juga untuk membuat sitemap HTML, bisa dibuat dengan mudah menggunakan plugin WP Sitemap Page. Nantinya sitemap.html ini dipasang menjadi halaman website yang menampilkan daftar isi website kita.

7. Daftarkan Website di Google Search Console dan Google Analytics

Google Search Console (GSC) adalah tools gratis dari Google untuk memantau performa website di hasil pencarian. Anda wajib mendaftarkan website agar terpantau dengan baik.

GSC juga akan memantau bagian teknis dalam website Anda seperti page experience, core web vital, https, indexing, hingga link-building.

Selain GSC, Anda juga wajib install Google Analytics. Beda dengan GSC, GA akan memantau traffic website Anda secara keseluruhan. Mulai dari jumlah pengunjung per hari, dari mana datangnya pengunjung, berapa lama di dalam website, apa saja yang mereka klik, dan lain sebagainya.

GA juga membaca demografi pengunjung seperti umur, lokasi, jenis kelamin, hingga gadget yang digunakan. Ini tentu bisa digunakan untuk mengenali pengunjung website Anda dengan lebih baik.

Permalink adalah struktur dari URL website kita. Ini juga menjadi bagian penting dari SEO agar search engine dapat mengenali link dan navigasi konten kita dengan baik.

Contoh struktur permalink:

https://namawebsite.com/halaman-website/

atau,

https://namawebsite.com/kategori/judul-halaman

Struktur permalink yang baik adalah yang simple dan mudah dipahami. Berikut contoh permalink yang kurang optimal:

https://namawebsite.com/d-1234/01-04-2024/artikel123

Nah, bagi pengguna WordPress, dapat mengubah struktur permalink melalui dashboard WordPressnya. Caranya:

  • Masuk di dashboard wordpress
  • klik “Setting”
  • Pilih “Permalink”
  • Silahkan pilih struktur permalink “Post name” atau anda bisa membuat custom struktur dengan menambahkan %category%/%postname%/
  • klik “Save Changes”.

9. Menu, Breadcrumb, dan Sistem Navigasi yang Simple

Pastikan struktur navigasi website anda mudah diakses. Misalnya di bagian header website, tampilkan menu berupa produk atau layanan, cara order, artikel, hingga kontak yang bisa dihubungi.

Di bagian footer Anda bisa menempatkan link menuju profil perusahaan, karir, sosial media, dan lain sebagainya.

Begitu juga ketika membuka suatu page tertentu, sebaiknya pasang breadcrumb yang menunjukkan lokasi di mana pengunjung berada. Misalnya “Home >> Produk >> Nama Produk” atau “Home >> Blog >> Kategori >> Judul Artikel”.

10. Optimasi Kata Kunci

Kata kunci adalah apa yang diketikkan orang di Google untuk menemukan website Anda. Agar website bisa muncul paling atas, kita perlu sesuaikan kata kunci tersebut dengan konten yang ada di dalam website kita.

Pertama, kita perlu melakukan riset keyword (kata kunci). Apa saja kata kunci yang digunakan orang, berapa volume pencariannya, apa maksud dari pencarian kata kunci tersebut (search intent).

Selain itu kita juga perlu cerdas dalam memilah mana kata kunci yang akan digunakan. Kata kunci bervolume besar tentu tingkat persaingannya juga tinggi. Jika menarget kata kunci yang volume pencariannya rendah, maka potensi trafficnya pasti juga rendah.

Sebagai strategi, gunakanlah long-tail keyword (keyword panjang) di awal-awal untuk membangun otoritas Anda. Setelah cukup berkembang, barulah pelan-pelan merambah ke keyword-keyword yang volume pencariannya lebih tinggi (short-tail keyword).

Kedua, kata kunci yang sudah kita dapatkan kita tempatkan di dalam website kita secara strategis. Misalnya di tempatkan di judul halaman, di bagian awal, tengah, dan akhir artikel, di dalam sub-judul, dan lain sebagainya. Perlu dicatat penempatan keyword ini haruslah dilakukan dengan proporsional dan tidak berlebihan. Hal ini menghindari website kita dinilai spamming oleh Google.

11. Buat Konten Berkualitas Super Premium

Hari gini, konten biasa-biasa saja tidak akan mampu untuk bersaing. Anda perlu membuat konten terbaik yang kualitasnya 10X lebih baik dibandingkan kompetitor.

Anda bisa melakukannya dengan membuat konten yang lengkap dan komprehensif. Lengkapi juga konten dengan gambar, data statistik dari sumber terpercaya, infografis, ilustrasi, hingga video.

Pastikan struktur konten Anda juga rapi. Gunakan header 2 dan header 3 sebagai subjudul.

Buat kalimat yang simple dan mudah dipahami. Upayakan setiap paragraf dalam artikel tidak begitu panjang. Dan yang paling penting, menulislah untuk kebutuhan pembaca bukan untuk kebutuhan Anda.

12. Silo Struktur, Internal Linking, dan Topical Authority

Selain membuat konten super premium, Anda juga perlu memastikan konten-konten yang dibuat berhubungan satu sama lain. Hindari membahas topik-topik yang sangat luas atau beragam.

Sebaiknya, tuntaskan pembahasa satu topik dalam beberapa artikel. Kemudian hubungkan masing-masing artikel tersebut dengan link.

Anda juga bisa membuat sistem artikel pillar dan artikel support. Artikel pillar adalah artikel yang sengaja dibuat panjang, lengkap dan komprehensif. Selanjutnya untuk menunjang artikel pillar tersebut, dibuatlah artikel-artikel pendukung yang memberikan link menuju artikel pillar.

Namun hal ini harus dilakukan dengan benar. Khususnya artikel support, meskipun namanya artikel support tidak boleh dibuat sembarangan. Artikel ini harus menjadi pelengkap dari hal-hal yang tidak dibahas di artikel pillar.

Contohnya begini…

Anggaplah bisnis adalah jasa hipnoterapi. Maka kita bisa fokuskan artikel-artikel yang kita buat untuk membangun topical authority di bidang kesehatan mental.

Misalnya kita buat artikel pillar dengan judul “Cara Menjaga Kesehatan Mental dengan Hipnoterapi”. Selanjutnya kita bisa buat artikel support sebanyak 5 artikel dengan masing-masing judul:

  • pentingnya kesehatan mental remaja
  • peran hipnoterapi sebagai metode menjaga kesehatan mental
  • study kasus menangani kesehatan mental dengan hipnoterapi
  • tips memilih layanan kesehatan mental yang baik
  • mitos dan fakta seputar kesehatan mental yang perlu diketahui.

Hal ini juga sebaiknya dilakukan dengan riset kata kunci untuk mengetahui kebutuhan pembaca.

13. Optimasi Meta Tag dan Indexing Artikel

Meta tag adalah tag khusus yang dibuat agar search engine bisa mengenali konten kita dengan mudah. Jika menggunakan plugin SEO seperti Yoast atau RankMath di Wordpres, hal ini bisa disetting dengan mudah melalui plugin tersebut.

Meta tag sendiri terdiri dari title dan meta description.

Meta title adalah judul artikel yang akan ditampilkan di halaman pencarian Google. Judul ini bisa berbeda dengan judul asli website kita. Sebaiknya buatlah meta title yang mengandung kata kunci, dan power words yang mendorong orang untuk mengklik.

Meta description adalah deskripsi singkat yang muncul di hasil pencarian google. Deskripsi ini sebaiknya menjelaskan tentang apa konten tersebut. Optimasi bagian ini dengan kata kunci, isi konten, dan ajakan untuk mengklik.

14. Lakukan Promosi dan Distribusi Konten

Tugas kita gak selesai sampai konten dipublish di website. Selanjutnya kita perlu mendistribusikan konten tersebut agar semakin mudah ditemukan pembaca.

Misalnya dengan membagikannya ke sosial media, ke grup whatsapp terkait, ke grup fb dengan topik yang sama, dan lain sebagainya. Kita juga bisa posting konten tersebut di medium ataupun forum-forum terkait.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk distribusi konten adalah melakukan “cross content”, yaitu mengubah jenis konten untuk di posting ke platform lain. Misalnya artikel blog kita buat format videonya untuk diposting di youtube. Artikel yang sama kita buatkan juga versi infografisnya dan kita posting di pinterest. Atau kita buatkan versi image carousel untuk di posting di Instagram atau LinkedIn.

Dan jangan lupa, konten ini bisa dibuat dalam bentuk reels atau video pendek kemudian di posting di tiktok, reels IG, atau youtube short. Di akhir video bisa diarahkan untuk membaca konten selengkapnya di website kita.

15. PR, Guest Post, Content Placement, dan Media Mention

Langkah ini sudah termasuk ke dalam off-page SEO. Yakni optimasi SEO yang dilakukan di luar website kita sendiri.

Off-page SEO dilakukan untuk membangun branding, kredibilitas website hingga mendapatkan backlink berkualitas ke website kita.

Semakin banyak website atau brand kita disebutkan di luar sana, maka semakin percayalah Google kepada kita (trustworthiness). Semakin banyak website lain yang memberikan kita backlink (link menuju website kita), maka semakin baiklah posisi kita di mata Google.

Hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan membuat guest post (postingan tamu) di blog milik orang lain. Atau kita bisa melakukan content placement di blog-blog yang sehubungan dengan industri kita.

Kita juga bisa melakukan PR ke media online untuk menambah eksposure. Faktanya, media online seperti detikcom, kompas, IDNTimes, punya pengaruh yang sangat besar dalam membentuk persepsi pelanggan kepada bisnis kita.

Jasa Optimasi SEO - LontaraDigital.com

Kesimpulan: Cara Menerapkan SEO untuk Website Sendiri

Nah, demikianlah penjelasan lengkap tentang apa itu SEO dan bagaimana cara menerapkan SEO untuk website sendiri dengan mudah. Mulai dari pilih server hosting, instal CMS, faktor keamanan, kecepatan, konten, hingga optimasi off-page dan backlink.

Kira-kira dari lankah-langkah di atas, mana yang paling menarik untuk Anda? Apakah Anda punya pengalaman atau pemikiran berbeda?

Share di kolom komentar ya!

Author

  • Edward Rhidwan

    Penulis dan Trainer Digital Marketing & Branding | Founder LontaraDigital.com | SEO Content Specialist detikcom | ReSkills Coach | Ex-Digital Marketing Manager RumahHipno

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *